Optimistis Kota Cirebon Jadi Yogyakarta-nya Jawa Barat

oleh -591 Dilihat
oleh

Optimistis Kota Cirebon Jadi Yogyakarta-nya Jawa Barat

Portal Media Kota Cirebon – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon menyatakan optimisme tinggi terhadap perkembangan masa depan kotanya. Keyakinan ini muncul seiring besarnya potensi budaya, sejarah, dan pariwisata yang dimiliki, sehingga Cirebon dianggap sangat layak untuk berkembang menjadi “Yogyakarta-nya Jawa Barat”.

Optimisme tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, pada Senin, 27 Oktober 2025. Ia menegaskan bahwa Cirebon bukan hanya memiliki jejak sejarah yang panjang, tetapi juga memiliki struktur budaya yang jauh lebih kompleks dan kaya dibandingkan banyak kota di Jawa Barat.

Menurut Agus, kekuatan utama Cirebon terletak pada warisan budaya yang hidup dan terus berkembang, mulai dari seni tradisi, sejarah perdagangan maritim, sampai keberadaan beberapa keraton yang masih aktif menjalankan fungsi sosial dan budaya. Keunikan itulah yang membuat Cirebon memiliki karakter dan “roh kota” yang tidak dimiliki daerah lain.

Agus menjelaskan bahwa jika potensi tersebut dirawat dengan strategi pengelolaan yang berkelanjutan, profesional, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, Cirebon tidak hanya mampu menyamai Yogyakarta—bahkan berpeluang melampauinya dalam hal kedalaman budaya dan keberagaman heritage.

“Kita harapkan memang sangat memungkinkan, bahkan mungkin bisa melebihi Jogja. Karena kalau melihat potensi dan keunggulan, terutama dari sisi budaya, Cirebon memiliki lebih banyak keraton dibandingkan Jogja,” ujarnya.

Cirebon saat ini memiliki sejumlah keraton yang masing-masing memiliki karakter, sejarah, dan komunitas pendukungnya sendiri. Berbeda dengan Yogyakarta yang memiliki satu pusat kerajaan utama, Cirebon menyimpan kekayaan identitas melalui keberadaan Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, hingga Keraton Keprabonan. Banyaknya keraton ini juga menandakan sejarah pembelahan politik dan budaya yang panjang, sekaligus memperkaya narasi historis kota tersebut.

Lebih jauh, Agus menambahkan bahwa usia warisan budaya Cirebon diyakini lebih tua dari beberapa warisan budaya serupa di wilayah lain. Cirebon merupakan salah satu pusat penyebaran Islam di Jawa, dan perkembangan kebudayaannya dipengaruhi oleh interaksi dengan berbagai budaya asing seperti Tiongkok, Arab, India, serta Eropa melalui jalur perdagangan pesisir. Akulturasi ini melahirkan seni khas seperti batik motif Mega Mendung, gaya arsitektur campuran, hingga kuliner unik yang menjadi daya tarik wisata.

Ia juga menegaskan bahwa langkah Pemkot Cirebon menuju visi tersebut tidak bisa dilakukan secara sepihak. Pengembangan kawasan heritage, penataan kota, penguatan ekonomi kreatif, hingga program wisata berbasis komunitas harus dikelola secara kolaboratif antara pemerintah, akademisi, pelaku seni, komunitas budaya, dan sektor swasta.

Selain itu, revitalisasi kawasan bersejarah seperti Kampung Pecinan, kawasan pelabuhan tua, hingga koridor keraton akan menjadi kunci utama untuk memperkuat branding Cirebon sebagai kota budaya. Program penataan ini diharapkan dapat menciptakan ruang publik yang ramah wisatawan, sekaligus menghidupkan kembali kegiatan seni dan tradisi yang sempat tenggelam.

Agus menegaskan bahwa Cirebon tidak hanya ingin menjadi kota tujuan wisata, tetapi juga pusat kegiatan kebudayaan Jawa Barat di masa mendatang. Dengan dukungan infrastruktur yang semakin baik, akses transportasi yang strategis, serta kekuatan sejarah yang autentik, Cirebon diyakini mampu berdiri sejajar—bahkan bersaing—dengan kota-kota budaya besar di Indonesia.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.