Portal Media Kota Cirebon – Polresta Cirebon tengah disibukkan dengan lonjakan drastis pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Setiap harinya, sedikitnya 450 orang datang untuk mengurus dokumen penting ini. Antrean panjang pun tidak bisa dihindari, terutama sejak masa pendaftaran seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan CPNS dibuka.
Antrean Panjang di Kantor Polresta
Pantauan di lapangan, sejak pagi buta, ratusan orang sudah memadati halaman Polresta Cirebon. Mereka rela antre berjam-jam demi mendapatkan SKCK yang menjadi salah satu syarat wajib dalam seleksi administrasi.
“Kalau tidak datang pagi-pagi, bisa sampai sore baru selesai. Pemohon banyak sekali, berbeda dengan hari biasa,” kata Rini, salah seorang pemohon SKCK.
Petugas kepolisian pun tampak bekerja ekstra. Seluruh loket pelayanan dibuka, dan tambahan personel dikerahkan untuk mempercepat proses verifikasi serta pencetakan dokumen.
Imbas Rekrutmen PPPK dan CPNS
Lonjakan pemohon ini dipicu oleh dibukanya rekrutmen PPPK dan CPNS tahun 2025. Banyak calon pelamar dari berbagai wilayah, termasuk luar Cirebon, datang untuk mengurus SKCK di Polresta Cirebon karena dianggap lebih cepat dan memiliki sistem pelayanan yang jelas.
“Kebanyakan memang untuk keperluan seleksi CPNS dan PPPK. Tapi ada juga untuk melamar pekerjaan di perusahaan swasta,” ungkap Kasubbag Humas Polresta Cirebon.

Baca juga: Pameran Keris Nasional di Cirebon: Upaya Melestarikan Warisan Leluhur
Upaya Polisi Atasi Penumpukan
Untuk mengatasi antrean panjang, Polresta Cirebon menerapkan sistem pembagian waktu pelayanan. Pemohon diarahkan untuk mengambil nomor antrean lebih awal dan menunggu di area yang sudah disediakan. Selain itu, jalur loket khusus perempuan dan lansia juga dibuka agar lebih tertib.
“Kami berusaha memberikan pelayanan terbaik meskipun jumlah pemohon meningkat tajam. Prinsipnya, semua yang datang pasti terlayani pada hari itu,” ujar seorang petugas pelayanan SKCK.
Selain itu, Polresta juga mendorong pemohon untuk memanfaatkan layanan daring sebagai alternatif. Meski begitu, sebagian besar masyarakat masih memilih layanan langsung karena dianggap lebih cepat dan jelas.
Harapan Masyarakat
Masyarakat berharap lonjakan ini bisa segera diantisipasi dengan penambahan sarana pelayanan. Beberapa pemohon menilai ruang tunggu yang ada kurang memadai untuk menampung ratusan orang setiap harinya.
“Kalau bisa ada tambahan loket atau ruangan khusus, supaya antrean tidak terlalu sesak. Kasihan juga ada anak-anak yang ikut menunggu orang tuanya,” ujar Dedi, warga Cirebon Barat.
Komitmen Polresta Cirebon
Pihak Polresta Cirebon menegaskan akan terus meningkatkan kualitas layanan. Meski jumlah pemohon meningkat hingga dua kali lipat dibanding hari biasa, mereka berkomitmen agar tidak ada masyarakat yang pulang tanpa terlayani.
“Lonjakan pemohon memang luar biasa, tapi kami tetap pastikan pelayanan berjalan lancar. SKCK yang sudah memenuhi syarat, pasti diterbitkan hari itu juga,” tegas Humas Polresta.


![Korban-Kcelakaan-Maut-Gebang[1]](https://www.asyabahiskayit.com/wp-content/uploads/2025/12/Korban-Kcelakaan-Maut-Gebang1-148x111.webp)