Kekeringan Landa Cirebon, Warga Desa Ini Minum Air Berlumut

oleh -633 Dilihat
oleh

Portal Media Kota Cirebon – Musim kemarau panjang yang melanda wilayah timur Kabupaten Cirebon membuat sebagian warga Desa Kamarang, Kecamatan Greged, harus berjuang keras untuk mendapatkan air bersih. Karena sumur-sumur di permukiman mereka telah lama mengering, warga kini terpaksa menggunakan air berlumut yang tersisa di dasar sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sudah lebih dari satu bulan hujan tidak turun di kawasan tersebut. Akibatnya, air tanah semakin surut, dan banyak sumur yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan rumah tangga tidak lagi dapat digunakan. Air yang tersisa pun berwarna kehijauan, bercampur dengan tanah dan lumut, namun tetap digunakan warga untuk minum, mencuci pakaian, hingga mandi.

“Buat minum, nyuci, sampai mandi, ya pakai air yang berlumut ini. Sudah diprediksi, hujan belum tahu kapan turun. Mau bagaimana lagi, Mas. Kami sudah minta bantuan air bersih ke pemerintah berkali-kali, tapi sampai sekarang belum ada perubahan,” ujar Eno, salah satu warga Desa Kamarang, dengan nada kecewa saat ditemui di dekat sumurnya, Senin (3/11/2025).

Warga lainnya, Fatimah, menuturkan bahwa kekeringan semacam ini memang terjadi hampir setiap tahun, namun tahun 2025 disebut sebagai yang paling parah dalam beberapa tahun terakhir.

“Biasanya dua minggu atau tiga minggu sudah ada bantuan air bersih dari pemerintah, tapi tahun ini belum ada. Sumur di rumah sudah kering sejak pertengahan September. Air di ember juga cepat habis karena semua orang butuh,” katanya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa warga tampak mengantre di sumur yang masih sedikit berair, membawa ember, jeriken, dan galon bekas. Mereka menunggu giliran untuk mengambil air yang sudah tampak keruh. Sebagian warga juga mengumpulkan air hujan dari genting atau atap rumah, meski jumlahnya tidak seberapa.

Kepala Desa Kamarang, Suhandi, mengakui kondisi warganya sangat memprihatinkan. Ia menyebutkan telah mengirim surat permohonan bantuan air bersih kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah).

“Kami sudah ajukan permohonan bantuan tangki air sejak awal Oktober, tapi mungkin karena banyak daerah lain yang juga kekeringan, jadi belum semua bisa terlayani,” jelasnya.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Cirebon menyatakan pihaknya masih melakukan pendataan wilayah terdampak untuk penyaluran air bersih tahap berikutnya. “Kamarang masuk prioritas. Kami upayakan minggu ini tangki air bisa turun ke lokasi,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Cirebon, Wawan Setiawan, ketika dikonfirmasi terpisah.

Fenomena kekeringan ini juga memperlihatkan lemahnya sistem pengelolaan air di daerah pedesaan. Sejumlah pengamat lingkungan menilai, perlu pembangunan sumur bor dalam dan reservoir air desa untuk mengantisipasi kekeringan musiman yang terus berulang setiap tahun di Cirebon bagian selatan dan timur.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.