KDM Sebut Cirebon Bisa Saingi Jogja, Harjad ke-543 Jadi Titik Balik Pembangunan

oleh -544 Dilihat
oleh

Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) saat menyampaikan sambutan di Paripurna Istimewa Hari Jadi Kabupaten Cirebon, Senin (21/4/2025).

Portal Media Kota Cirebon Dalam peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-543 Kabupaten Cirebon, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menyampaikan visi ambisius untuk menjadikan Cirebon sebagai kota wisata budaya unggulan yang mampu menyaingi Yogyakarta. Pernyataan itu diungkapkan dalam Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon, di mana momentum peringatan ulang tahun ini ditegaskan sebagai awal perubahan besar dalam arah pembangunan daerah.

Cirebon Dinilai Punya Potensi Menjadi Kota Budaya Terkemuka

KDM menilai bahwa Cirebon adalah “permata yang belum digarap secara maksimal.” Ia menyebut kota ini memiliki kelengkapan yang jarang dimiliki daerah lain: kuliner kaya, budaya kuat, sejarah panjang, hingga keberadaan pelabuhan besar. Menurutnya, jika seluruh potensi tersebut dikelola dengan strategi yang tepat, Cirebon dapat tumbuh menjadi destinasi wisata budaya yang setara bahkan mampu menyaingi Yogyakarta.

Ia menegaskan bahwa Harjad ke-543 bukan sekadar seremoni peringatan, tetapi harus menjadi titik balik untuk memperkuat struktur pembangunan, terutama dalam mengembangkan kawasan budaya, memperbaiki infrastruktur, dan mempercantik ruang kota. KDM mendorong pemerintah daerah agar fokus pada pembangunan yang berbasis karakter lokal, bukan sekadar mengikuti tren kota lain.

Sorotan Serius pada Infrastruktur Jalan

Salah satu isu yang menjadi perhatian KDM adalah kondisi jalan di Kabupaten Cirebon yang sering dikeluhkan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa banyaknya jalan rusak harus ditangani sebagai prioritas utama. Menurutnya, infrastruktur dasar adalah indikator paling jelas dari kualitas pelayanan pemerintahan.

Ia menegaskan bahwa pembenahan jalan bukan hanya soal kenyamanan berkendara, tetapi menyangkut keselamatan dan aktivitas ekonomi warga. KDM juga berkomitmen untuk mempercepat penanganan jalan provinsi yang berada di wilayah Cirebon, sebelum kemudian bersinergi dengan pemkab untuk menyelesaikan ruas jalan kabupaten.

Mendorong Penataan Kota Bernuansa Kacirebonan

Untuk mengejar cita-cita menjadi kota budaya sekelas Yogyakarta, KDM meminta pemerintah Cirebon untuk membangun identitas visual dan artistik yang kuat. Ia mengusulkan penataan ulang bangunan tua, kawasan publik, hingga pasar tradisional dengan sentuhan estetika khas Kacirebonan.

Batik megamendung, sebagai salah satu ikon budaya Cirebon, disebut memiliki nilai seni tinggi dan popularitas nasional bahkan internasional. KDM berharap desain batik khas Cirebon dapat terus dikembangkan dan dipromosikan sebagai simbol utama identitas budaya daerah. Selain itu, trotoar, fasilitas publik, dan transportasi tradisional juga diminta memiliki unsur visual yang mencirikan budaya lokal agar wisatawan merasakan pengalaman tersendiri ketika berada di Cirebon.

Ajakan untuk Kolaborasi Pembangunan Jangka Panjang

Dalam sambutannya, KDM menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kabupaten, DPRD, serta seluruh lapisan masyarakat dalam menjalankan program pembangunan. Ia mengajak semua pihak untuk bergerak dalam visi yang sama: memperkuat infrastruktur, memperindah kota, melestarikan budaya, serta menciptakan ruang ekonomi baru.

Menurutnya, pembangunan Cirebon tidak boleh lagi hanya berorientasi pada proyek jangka pendek, tetapi harus memiliki visi jangka panjang yang jelas. Ia juga membuka jalur komunikasi langsung kepada pemerintah kabupaten jika ditemukan masalah di lapangan yang memerlukan intervensi cepat.

Harjad ke-543 sebagai Momentum Perubahan

Peringatan Harjad ke-543 dipandang sebagai momen reflektif bagi Kabupaten Cirebon. Meski perayaan dilakukan secara sederhana, semangat perubahan terasa kuat. Kesederhanaan itu dianggap sebagai penegasan bahwa pembangunan tidak sekadar dipamerkan melalui pesta besar, tetapi diukur melalui kerja nyata dan komitmen untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.

KDM menyebut usia 543 tahun adalah momen tepat bagi Cirebon untuk menegaskan identitasnya serta merancang masa depan yang lebih terarah. Dengan penguatan sektor budaya, peningkatan kualitas infrastruktur, dan pemanfaatan potensi ekonomi yang besar, Cirebon diyakini dapat tumbuh menjadi kota budaya dan wisata terkemuka di Jawa Barat.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.