Jabatan Publik tidak Boleh Sembunyi, Wali Kota Cirebon Lantik Eselon III dan IV di Lapangan

oleh -848 Dilihat
oleh

Jabatan Publik tidak Boleh Sembunyi, Wali Kota Cirebon Lantik Eselon III dan IV di Lapangan

Portal Media Kota Cirebon – Jabatan publik, kata Wali Kota Cirebon Effendi Edo, tidak seharusnya bersembunyi di balik dinding birokrasi. Ia menegaskan, jabatan publik harus terbuka, transparan, serta siap dilihat dan diuji oleh masyarakat. Pesan simbolik itu disampaikan dalam apel bersama yang dirangkai dengan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan administrator (eselon III) dan pengawas (eselon IV) di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon, Kamis (23/10/2025).

Sebanyak 41 pejabat dilantik dalam kesempatan tersebut. Mereka terdiri dari pejabat yang mengalami rotasi dan promosi jabatan di berbagai perangkat daerah. Namun yang menarik, pelantikan kali ini tidak dilaksanakan di dalam ruangan tertutup seperti biasanya, melainkan di bawah langit terbuka, tepatnya di lapangan upacara Sekretariat Daerah Kota Cirebon.

Menurut Wali Kota Edo, pelantikan di ruang terbuka memiliki makna simbolik dan spiritual yang mendalam. Langit yang terbuka, katanya, adalah pengingat akan kehadiran Tuhan yang menyaksikan setiap sumpah jabatan, sedangkan tanah yang dipijak menjadi lambang pengabdian kepada rakyat.

“Langit yang menjadi atap kita pagi ini adalah pengingat bahwa di atas setiap sumpah ada Tuhan yang mendengar. Dan tanah yang kita pijak adalah pengingat bahwa semua jabatan akan kembali ke akar pengabdian, yaitu kepada masyarakat yang kita layani,” ujar Wali Kota Edo di hadapan para pejabat yang baru dilantik.

Dalam amanatnya, Edo mengingatkan kembali makna sejati jabatan sebagai amanah yang harus dijaga dengan kejujuran, kedisiplinan, dan keberanian moral untuk mengatakan kebenaran meskipun tidak populer. Ia menegaskan, pejabat publik tidak boleh hanya memastikan roda administrasi berjalan, tetapi juga memastikan bahwa setiap keputusan dan kebijakan benar-benar membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

“Amanah menuntut kita untuk mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi. Kepada pejabat administrator dan pengawas yang baru dilantik, saya ingin menegaskan: mulai hari ini, tanggung jawab saudara bukan hanya memastikan pekerjaan berjalan, tetapi memastikan pekerjaan itu berdampak bagi warga,” tegasnya.

Edo juga menyoroti pentingnya integritas, profesionalisme, dan inovasi dalam menghadapi tantangan birokrasi di era digital. Ia menilai bahwa paradigma kerja pemerintah harus berubah: ukuran kinerja bukan lagi lama bekerja di kantor, melainkan seberapa besar hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kini publik bisa menilai dan membandingkan kinerja antar daerah secara terbuka. Maka satu-satunya cara untuk bertahan dan dihargai adalah bekerja sungguh-sungguh, transparan, dan berorientasi hasil,” ujarnya.

Wali Kota mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon untuk membangun budaya kerja yang kolaboratif, adaptif terhadap perubahan, dan berfokus pada pelayanan publik. Menurutnya, jabatan adalah kesempatan untuk memperkuat tim dan menumbuhkan kesadaran baru bahwa perubahan dimulai dari diri sendiri.

“Kita menghadapi tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks, mulai dari transformasi digital, tata kelola keuangan daerah, hingga dinamika sosial masyarakat perkotaan. Karena itu, jangan menunggu perubahan datang dari atas. Mulailah dari diri sendiri—dari cara berpikir, bekerja, dan melayani,” pungkasnya.

Pelantikan yang berlangsung khidmat itu juga dihadiri Sekretaris Daerah Kota Cirebon, jajaran kepala perangkat daerah, serta perwakilan Forkopimda. Di akhir acara, para pejabat yang baru dilantik menandatangani pakta integritas sebagai komitmen untuk bekerja jujur, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.