Portal Media Kota Cirebon — Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di wilayah Cirebon mengalami penurunan pada perdagangan Kamis, 6 November 2025. Berdasarkan laporan dari sejumlah gerai penjualan emas di kawasan Kota dan Kabupaten Cirebon, harga emas Antam tercatat turun sekitar Rp20.000 per gram, menjadikan harga jualnya berada di kisaran Rp2.240.000 per gram untuk ukuran satu gram.
Penurunan ini turut mengikuti tren fluktuasi harga emas global yang dipengaruhi oleh pergerakan dolar AS, kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve), serta kondisi geopolitik yang masih tidak menentu. Di tingkat nasional, harga emas Antam yang sebelumnya sempat stabil kini menunjukkan koreksi kecil setelah mengalami penguatan dalam beberapa pekan terakhir.
Menurut sejumlah pedagang emas di Cirebon, penurunan harga ini justru dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan pembelian logam mulia dalam jumlah kecil hingga menengah, terutama sebagai instrumen investasi jangka panjang. Salah satu pedagang emas di kawasan Jalan Pekiringan, Rudi Santosa, mengatakan bahwa meski harga emas menurun, minat beli tetap tinggi karena masyarakat memandang emas sebagai aset yang relatif aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Biasanya kalau harga turun sedikit, justru ramai pembeli. Mereka anggap ini momentum yang bagus untuk menambah tabungan emas,” ujar Rudi, Kamis (6/11/2025).
Selain emas batangan ukuran satu gram, harga untuk ukuran lainnya juga ikut mengalami penyesuaian. Emas Antam ukuran lima gram kini dijual sekitar Rp11.100.000, sedangkan untuk ukuran 10 gram dibanderol sekitar Rp22.150.000. Sementara itu, harga emas Antam ukuran 100 gram berada di kisaran Rp220 juta, tergantung dari fluktuasi pasar harian.
Di sisi lain, para analis pasar komoditas memprediksi bahwa tren penurunan ini bersifat sementara. Emas diperkirakan akan kembali menguat menjelang akhir tahun karena meningkatnya permintaan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, serta faktor pelemahan dolar AS akibat perlambatan ekonomi global.
Ekonom Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon, Dr. Satria Widodo, menjelaskan bahwa masyarakat di daerah-daerah seperti Cirebon masih menjadikan emas sebagai salah satu bentuk investasi paling populer. “Fluktuasi harga emas dalam jangka pendek biasanya tidak terlalu memengaruhi keputusan jangka panjang masyarakat. Mereka lebih melihat emas sebagai penyimpan nilai yang stabil dibandingkan instrumen lain,” katanya.
Selain itu, sejumlah toko emas di Cirebon juga mencatat peningkatan permintaan terhadap emas perhiasan menjelang musim pernikahan akhir tahun. Hal ini menunjukkan bahwa emas tetap memiliki nilai ekonomi yang kuat, baik sebagai investasi maupun kebutuhan sosial budaya masyarakat setempat.
Dengan tren harga yang dinamis dan minat masyarakat yang tetap tinggi, pelaku pasar memperkirakan bahwa Cirebon akan tetap menjadi salah satu pusat perdagangan emas penting di Jawa Barat bagian timur. Pemerintah daerah pun terus mendorong literasi keuangan dan investasi berbasis logam mulia agar masyarakat lebih bijak dalam bertransaksi dan menabung emas.


![Korban-Kcelakaan-Maut-Gebang[1]](https://www.asyabahiskayit.com/wp-content/uploads/2025/12/Korban-Kcelakaan-Maut-Gebang1-148x111.webp)