DP3APPKB Cirebon Gelar Seminar Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak

oleh -702 Dilihat
oleh

DP3APPKB Kota Cirebon Gelar Seminar Pencegahan Kekerasan terhadap Anak

DP3APPKB Kota Cirebon

Portal Media Kota Cirebon – Dalam upaya memperkuat perlindungan terhadap anak serta menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya lingkungan yang aman dan ramah anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Cirebon menggelar seminar sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak, Rabu (12/11/2025), di Hotel Sapadia, Kota Cirebon.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan guru, kader PKK, tokoh masyarakat, serta organisasi pemerhati anak. Selain menjadi ajang sosialisasi, seminar tersebut juga berfungsi sebagai forum diskusi lintas sektor untuk meningkatkan kolaborasi antara pemerintah, keluarga, dan komunitas dalam mencegah kekerasan terhadap anak.

Fokus pada Pencegahan Dini

Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3APPKB Kota Cirebon, Dra. Iin Hartini, menjelaskan bahwa seminar ini merupakan bagian dari rangkaian program perlindungan anak yang telah berjalan sepanjang tahun 2025. Tujuan utamanya adalah membangun pemahaman yang lebih kuat di masyarakat tentang pentingnya pencegahan kekerasan sejak dini, baik di lingkungan rumah tangga, sekolah, maupun ruang publik.

“Seminar ini menjadi sarana memperkuat peran keluarga dan tokoh masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak serta mencegah segala bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun psikologis,” ujar Iin Hartini dalam sambutannya.

Menurut Iin, kekerasan terhadap anak tidak selalu tampak secara fisik, tetapi juga dapat muncul dalam bentuk penelantaran, pelecehan emosional, atau eksploitasi digital yang kini semakin sering terjadi di era media sosial. Oleh karena itu, keluarga dan lingkungan terdekat harus menjadi garis pertahanan pertama dalam melindungi anak-anak.

Sinergi Lintas Sektor

Dalam kesempatan tersebut, DP3APPKB juga menggandeng Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, kepolisian, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) pemerhati anak untuk memberikan paparan dan contoh kasus terkait mekanisme penanganan kekerasan terhadap anak di Kota Cirebon.

Para narasumber menekankan bahwa pelaporan dini menjadi kunci keberhasilan dalam menghentikan rantai kekerasan. Selain itu, sistem layanan terpadu seperti Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) harus terus diperkuat agar masyarakat merasa aman ketika melapor.

“Kita tidak boleh menutup mata terhadap kasus kekerasan, sekecil apa pun. Semua pihak harus berani bersuara dan membantu korban mendapatkan perlindungan yang layak,” kata salah satu narasumber dari Unit PPA Polres Cirebon Kota.

Peran Keluarga dan Pendidikan

DP3APPKB menekankan bahwa upaya pencegahan kekerasan terhadap anak akan efektif apabila keluarga berperan aktif dalam menanamkan nilai kasih sayang, komunikasi terbuka, dan disiplin positif. Selain itu, pihak sekolah juga diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan bebas perundungan.

Program sosialisasi seperti ini juga menjadi bagian dari implementasi Kota Layak Anak (KLA) yang sedang diupayakan Pemerintah Kota Cirebon. Melalui kegiatan berkelanjutan, pemerintah berharap dapat menurunkan angka kekerasan terhadap anak setiap tahunnya dan memperkuat sistem pelaporan berbasis masyarakat.

Harapan dan Tindak Lanjut

Iin Hartini menambahkan bahwa DP3APPKB akan terus melakukan sosialisasi serupa ke berbagai kecamatan dan sekolah di Kota Cirebon. Pihaknya juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan pengaduan melalui kanal resmi pemerintah apabila menemukan indikasi kekerasan terhadap anak.

“Kami berharap masyarakat menjadi lebih peka dan tidak ragu untuk melapor. Perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan komitmen bersama untuk membangun lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak di Kota Cirebon.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.