Banyak Masalah, Pasoegati Gelar Forum Terbuka Bahas Nasib PSGJ Cirebon

oleh -824 Dilihat
oleh

Banyak Masalah, Pasoegati Gelar Forum Terbuka Bahas Nasib PSGJ Cirebon

Portal Media Kota Cirebon – Permasalahan internal yang berkepanjangan di tubuh klub sepak bola kebanggaan masyarakat Cirebon, PSGJ Cirebon, kembali mencuat ke permukaan. Konflik ini menjadi sorotan publik setelah berbagai kalangan suporter, pengamat, dan tokoh sepak bola lokal menyuarakan keprihatinan mereka dalam sebuah forum terbuka yang digelar oleh komunitas Pasoegati Cirebon di salah satu kafe di Kota Cirebon, Minggu (19/10/2025).

Dalam forum tersebut, sejumlah persoalan mendasar disorot secara terbuka. Salah satu isu utama adalah lemahnya komunikasi antara pemilik legalitas klub dengan pihak manajemen. Kondisi ini berdampak serius terhadap pengambilan keputusan strategis, termasuk terkait pengelolaan keuangan dan keikutsertaan dalam kompetisi resmi. Selain itu, forum juga menyoroti tumpukan kewajiban finansial yang hingga kini belum terselesaikan, baik terhadap pihak ketiga maupun terhadap pemain dan pelatih.

Masalah keuangan tersebut bukan hal baru. Klub berjuluk Laskar Gembong Kampring itu bahkan harus absen dari kompetisi musim 2024 akibat sanksi administratif yang belum diselesaikan sejak musim sebelumnya. Sanksi tersebut timbul setelah PSGJ memutuskan walk out (WO) dari kompetisi 2023. Kondisi ini semakin diperparah dengan kelalaian administrasi pada proses pendaftaran musim 2024, yang membuat tim gagal tampil di ajang resmi sepak bola nasional.

“Selama ini kami melihat pemilik legalitas tidak menunjukkan keseriusan dalam mengelola klub kebanggaan warga Cirebon. Akibatnya, semua urusan jadi terbengkalai,” ujar perwakilan Pasoegati, Moh. Suarifudin alias Gopek, dalam forum tersebut.

Pasoegati sebagai komunitas suporter tertua dan paling aktif dalam mendukung PSGJ menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap manajemen. Mereka menilai bahwa klub sebesar PSGJ semestinya memiliki struktur organisasi yang transparan, profesional, dan mampu memastikan keberlangsungan klub dari musim ke musim.

Gopek menambahkan, lemahnya pengelolaan internal bukan hanya membuat PSGJ kehilangan kesempatan bertanding, tetapi juga meruntuhkan kepercayaan publik dan sponsor yang selama ini menjadi penopang utama finansial klub. “Cirebon punya banyak potensi, suporter yang militan, dan sejarah panjang di sepak bola Jawa Barat. Sayang kalau semuanya hancur karena konflik internal dan ketidakseriusan pengelola,” ujarnya.

Sejumlah peserta forum juga mengusulkan agar dilakukan restrukturisasi kepengurusan. Mereka mendesak pemilik legalitas untuk membuka ruang dialog yang lebih luas, melibatkan perwakilan suporter, tokoh masyarakat, dan pihak swasta yang peduli pada sepak bola lokal.

Jika konflik internal ini tidak segera diselesaikan, banyak pihak khawatir PSGJ akan kehilangan momentum untuk bangkit, bahkan berpotensi semakin terpuruk dan kehilangan statusnya sebagai salah satu klub bersejarah di Cirebon. Sejumlah langkah lanjutan dikabarkan akan dibahas dalam pertemuan lanjutan, termasuk kemungkinan pembentukan tim independen untuk memediasi konflik dan mengawasi proses perbaikan struktur organisasi.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.